Berikut ini kami akan memberikan Info tentang Metode Pengujian Kuat Tekan Beton yang dikeluarkan oleh Badan Standar Indonesia SNI 03-1974-1990

Sebuah produk yang berkualitas tentunya harus dilakukan beberapa pengujian agar mendapatkan produk yang terbaik dan berstandar.
Pada Artikel di bawah ini kami kan memberikan informasi metode pengujian pada beton ready mix.atau beton siap pakai.

pengujian kuat tekan beton


CARA PELAKSANAAN PENGUJIAN BETON
Berikut ini beberapa persiapan alat yang akan dipaai untuk pengujian

 1.1 Peralatan Untuk melaksanakan pengujian kuat tekan beton diperlukan peralatan sebagai berikut:

1) cetakan silinder, diameter 152 mm, tinggi 305 mm;
2) tongkat pemadat, diameter 16 mm, panjang 600 mm, dengan ujung dibulatkan, dibuat dari baja yang bersih dan bebas karat;
3) mesin pengaduk atau bak pengaduk beton kedap air;
4) timbangan dengan ketelitian 0,3% dari berat contoh;
5) mesin tekan, kapasitas sesuai kebutuhan;
6) satu st alat pelapis (capping);
7) peralatan tambahan : ember, sekop, sendok, sendok perata, dan talam;
8) satu set alat pemeriksa slump;

9) satu set alat pemeriksaan berat isi beton. 

1.2 Benda Uji Untuk mendapatkan benda uji harus diikuti beberapa tahapan sebagai berikut:

1) Pembuatan dan Pematangan benda uji
2) Persiapan pengujian
(a) Benda uji dibuat dari beton segar yang mewakili campuran beton;
(b) Isilah cetakan dengan adukan beton dalam 3 lapis, tiap-tiap lapis dipadatkan dengan 25 x tusukan secara merata; pada saat melakukan pemadatan lapisan pertama, tongkat pemadat tidak boleh mengenai dasar cetakan; pada saat pemadatan lapisan kedua serta ketiga tongkat pemadat boleh masuk kira-kira 25,4 mm kedalam lapisan dibawahnya;

(3) Setelah selesai melakukan pemadatan, ketuklah sisi cetakan perlahan-lahan sampai rongga bekas tusukan tertutup; ratakan permukaan beton dan tutuplah segera dengan bahan yang kedap air serta tahan karat; kemudian biarkan beton dalam cetakan selama 24 jam dan letakkan pada tempat yang bebas dari getaran.

(4) Setelah 24 jam, bukalah cetakan dan keluarkan benda uji; untuk perncanaan campuran beton, rendamlah benda uji dalam bak perndam berisi air pada temperatur 25 o C disebutkan untuk pematangan (curing), selama waktu yang dikehendaki; untuk pengendalian mutu beton pada pelaksanaan pembetonan, pematangan (curing) disesuaikan dengan persyaratan. 

PERSIAPAN PENGUJIAN 

(1) Ambilah benda uji yang akan ditentukan kekuatan tekannya dari bak perndam/pematangan (curing), kemudian bersihkan dari kotoran yang menempel dengan kain lembab;
(2) Tentukan berat dan ukuran benda uji;
(3) Lapislah (capping) permukaan atas dan bawah benda uji dengan mortar belerang dengan cara sebagai berikut: Lelehkan mortar belerang didalam pot peleleh (melting pot) yang dinding dalamnya telah dilapisi tipis dengan gemuk; kemudian letakkan benda uji tegak lurus pada cetakan pelapis sampai mortar belerang cair menjadi keras; dengan cara yang sama lekukan pelapisan pada permukan lainnya; 
(4) Benda uji siap untuk diperiksa. 

Cara Pengujian Untuk melaksanakan pengujian kuat tekan beton harus diikuti beberapa tahapan sebagai berikut:

1) letakkan benda uji pada mesin tekan secara centris;
2) jalankan mesin tekan dengan penambahan beban yang konstan berkisar antara 2 sampai 4 kg/cm2 per detik;
3) lakukan pembebanan sampai uji menjadi hancur dan catatlah beban maksimum yang terjadi selama pemeriksaan benda uji;
4) gambar bentuk pecah dan catatlah keadaan benda uji. 

Menghitung Kuat Tekan Beton
Perhitungan P Kuat tekan beton = ___ . (kg/cm2 ) …………… (1) A Keterangan : P = beban maksimum (kg) A = luas penampang (cm2 ) 2.5 Laporan Laporan harus meliputi hal-hal seperti berikut:
1) perbandingan campuran;
2) berat (kg);
3) diameter dan tinggi (cm);
4) luas penampang (cm2 );
5) berat isi (kg/cm2 );
6) beban maksimum (kg);
7) kuat tekan (kg/cm2 )
8) cacat;
9) umur (hari).

Beberapa ketentuan khusus yang harus diikuti sebagai berikut:

1) untuk benda uji berbentuk kubus ukuran sisi 20 x 20 x 20 cm cetakan diisi dengan adukan beton dalam 2 lapis, tiap-tiap lapis dipadatkan dengan 29 kali tusukan; tongkat pemadat diameter 16 mm, panjang 600 mm;
2) untuk benda uji berbentuk kubus ukuran sisi 15 x 15 x 15 cm, cetakan diisi dengan adukan beton dalam 2 lapis, tiap-tiap lapis dipadatkan dengan 32 kali tusukan; tongkat pemadat diameter 10 mm, panjang 300 mm;
3) benda uji berbentuk kubus tidak perlu dilapisi;
4) bila tidak ada ketentuan lain konversi kuat tekan beton dari bentuk kubus ke bentuk silinder, maka gunakan angka perbandingan kuat tekan seperti berikut:
Daftar Konversi Bentuk benda uji Perbandingan Kubus :

Benda Uji
Perbandingan
Kubus : 15 cm x 15 cm x 15 cm
1.0
Kubus : 20 cm x 20 cm x 20 cm *)
0.95
Silinder : 15 cm x 30 cm
0.83
(*) 15 cm : Diameter Silinder 
      20 cm : Tinggi Silinder

5) pemeriksaan kekuatan tekan beton biasanya pada umur 3 hari, 7 hari, dan 28 hari;
6) hasil pemeriksaan diambil nilai rata-rata dari minimum 2 buah benda uji;
7) apabila pengadukan dilakukan dengan tangan (hanya untuk perencanaan campuran beton), isi bak pengaduk maksimum 7 dm3 dan pengadukan tidak boleh dilakukan untuk campuran beton slump. o.


Demikianlah Artikel Kami Tentang Metode Pengujian Kuat Tekan Beton dari kami CV FRESH CONCRETE yang bergerak di bidang supplier ready mix.
Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut

Bp. Nizar Amin
0813 1013 4936
0813 1013 4936 ( WhatsApp )


Cek Harga Beton ready mix KLik Tautan Dibawah Ini

Harga beton ready mix
Sewa pompa beton


Contact

CV FRESH CONCRETE

Konsultasikan Kebutuhan Anda Pada Kami Untuk Mendapatkan Kualitas Pelayanan yang terbaik Dari Kami Dikontak Kami Dibawah Ini

Address:

Bogor-Jawa Barat Indonesia 16820

Work Time:

Monday - Saturday from 08.00 am - 17.00 pm

Phone:

021-80488786